Karya Ilmiah Kewirausahaan



Kewirausahaan Membuat Pelajar Kreatif dan Berinovatif
( Crate New and Diffierent )
KARYA ILMIAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
dan Syarat Mengikuti Evaluasi
Belajar Mengajar Tahap Akhir
Pada Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas


DISUSUN OLEH :
                                                Nama                     : Viny Malasari
                                                NIS                          : 9961944625
                                                Kelas                      : XII IPS 2
                                                Mata Pelajaran       : Bahasa Indonesia
                                                Guru Pembimbing   :  1. Mutrofiah S,pd
                                                                                   2. Musarofah S,pd
PEMERINTAH KABUPATEN MUSIRAWAS
DINAS PENDIDIKAN NASIONAL SMA NEGERI 2 MUARA BELITI
TRAKREDITAS “A”
TAHUN AJARAN 2012/2013

LEMBAR PENGESAHAN
            Karya Ilmiah ini berjudul “ Kewirausahaan membuat pelajar Kreatif dan Berinofatif “ yang telah diperiksa dan disetujui guna memenuhi tugas Bahasa Indonesia untuk menempuh Evaluasi Belajar Tahap Akhir Tahun Ajaran 20112 / 2013, Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Muara Beliti.

Disahkan Oleh :                                                                     
Muara Beliti,  Februari 2013            

Pembimbing I                                                             Pembimbing II


Mutrofiah, S.pd                                                         Musahrofah, S.pd
Nip. 19771012. 200604. 2. 003                                  Nip. 19730307. 199903. 2. 005


Mengetahui
Kepala Sekolah SMA N 2 Muara Beliti


H. Purwanto, M.pd
Nip. 19660328. 198505. 1. 002



LEMBAR PERSEMBAHAN

Karya tulis ini ku persembahkan kepada :
Ø  Kedua orang tua ku yang telah mendidik dan membesarkan ku dengan penuh kasih sayang dan perhatian .
Ø  Bapak dan ibu guru yang selama ini telah mendidik , membimbing , serta menasehati kami , tanpa bapak dan ibu guru kami bukanlah siapa-siapa .
Ø  Teman-temanku kelas XII IPS 2 ,  Serta adik-adik kelas dan teman-teman semua angkatan 2011/2012 .
Ø  Almamater  yang telah mendidikku menjadi masyarakat SMA N 2 Muara Beliti . Terima kasih buat semuanya yang telah mendo’akan ku dalam membuat karya tulis ilmiah ini .















MOTTO

ü  Belajarlah disaat anda ingin berhenti belajar, istirahatlah dari belajar disaat anda ingin belajar.
ü  Manusia tidak merancang untuk gagal, mereka gagal untuk merancang.
ü  Harapan kosong itu lebih menyakitkan dari pada kenyataan yang pahit.
ü  Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah.
ü  Jadikan kekecewaan masalah menjadi senjata kesuksesan dimasa depan.
ü  Cobaan hidup menjadi manusia yang kuat.



















KATA PENGANTAR
                Puji syukur atas kehadiratn ALLAH SWT , karena limpahan rahmat dan hidayahnya karya ilmiah yang berjudul “ Kerwirausahaan Membuat Pelajar kreatif dan Berinovatif ” yang dapat diselesaikan tepat pada waktunya .                                                                                                                      karya tulis ini ditulis dalam rangkah melengkapi persyaratan mengikuti evaluasi belajar dalam tahap akhir Sekolah Menengah Atas SMA N 2 Muara Beliti .
            Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang telah membimbing dan memberikan arahan dalam membuat karya tulis ilmiah ini .                                      Ucapan terima kasih tersebut penulis sampaikan kepada :
Ø  Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XII IPS 2 .
Ø  Teman-teman kelas XII IPS 2 .
Ø   Kedua orang tua tercinta yang telah memberi semangat sehingga karaya tulis ini dapat di selesaikan .
            Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini masih banyak kesalahan dalan kekurangan , untuk  itu penulis mengharapkan kritik dan saran guna untuk perbaikan dan kesempurnaan karya tlis ilmiah ini , penulis juga berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan seluruh siswa siswi SMA N 2 Muara Beliti .

                                                                                                                                                                                                         Muara Beliti,                         2013
                                   
                                                                                                                                                                                                                                                                                                 PENULIS


  
BAB I

PENDAHULUAN
A.     Latar belakang masalah
            Pada hakikatnya setiap manusia memiliki kesempatan untuk mengubah nasibnya. Asalkan manusia tersebut ingin berusaha dengan keras karena manusia mampu bertindak dan melakukan sesuatu yang mendatangkan keuntungan. Dengan kemauan yang keras untuk menggali segala potensi yang dimiliki semaksimal mungkin dan ide yang kreatif dan berinovasi. Kewirausahaan pada hakikatnya adalah sifat, ciri watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovativ kedalam dunia nyata secara kreatif.
            Sebagai pelajar, wirausaha tidak hanya dapat berencana, berkata – kata tetapi juga berbuat, merealisasikan rencana – rencana dalam pikirannya ke dalam suatu tindakan yang berorientasi pada sukses. Maka dibutuhkan kreatifitas, yaitu pola pikir tentang sesuatu yang baru, serta inovasi, yaitu tindakan dalam melakukan sesuatu yang baru.
B.      Rumusan Masalah
1. Bagaimana mengembangkan ide Kreatif dalam memanfaatkan peluang yang ada ?
            2. Bagaimana pengaruh kreativitas terhadap keberhasilan berwirausaha ?
3. Bagaimana cara menghitung HPP dan laba rugi dalam proses wirausaha di SMA N 2   
     Muara Beliti ?
C.      Tujuan
        1.         Mendapatkan pengetahuan tentang cara untuk mengembangkan kreativitas
        2.         Memberi motivasi untuk selalu mengembangkan kreativitas berwirausaha
       D.    Manfaat
1.      Agar Pelajar lebih berfikir kreatif saat akan berwirausaha.
2.      Agar Pelajar dapat mengembangkan potensi dan kemampuannya dengan menuangkan kreatifitas ke dalam berwirausaha.

      E.Metode Penulisan
            Metode yang penulis gunakan dalam karya ilmiah ini menggunakan metode studi pustaka tentang Kewirausahaan di pelajar dan mendapatkan laba / rugi yang berlangsung selama 3 hari. Study pustaka adalah mencari referensi dari buku – buku dan internet, yang mengenai tentang ”  Kerwirausahaan membuat pelajar kreatif dan berinovatif “.



BAB II
LANDASAN TEORI
A.  Konsep Kewirausahaan
sampai saat ini konsep kewirausahaan masih terus berkembang. Kewirausahan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya.
Seseorang yang memiliki karakter wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya.Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan. Intinya, seorang wirausaha adalah orang-orang yang memiliki karakter wirausaha dan mengaplikasikan hakikat kewirausahaan dalam hidupnya. Dengan kata lain, wirausaha adalah orang-orang yang memiliki jiwa kreativitas dan inovatif yang tinggi dalam hidupnya.
Dari beberapa konsep di atas menunjukkan seolah-olah kewirausahaan identik dengan  kemampuan para wirausaha dalam dunia usaha (business). Padahal, dalam kenyataannya, kewirausahaan tidak selalu  identik dengan karakter wirausaha semata, karena karakter wirausaha kemungkinan juga dimiliki oleh seorang yang bukan wirausaha. Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan, baik karyawan swasta maupun pemerintahan (Soeparman Soemahamidjaja, 1980). Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup (Prawirokusumo, 1997).
Kewirausahaan (entrepreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha (Suryana, 2001). Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing.
Walaupun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil, namun sebenarnya karakter  wirausaha juga dimiliki oleh orang-orang  yang berprofesi di luar wirausaha. Karakter kewirausahaan ada pada setiap orang yang menyukai perubahan,   pembaharuan, kemajuan dan tantangan, apapun profesinya.( http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2011/06/29/konsep-kewirausahaan-dan-pendidikan-kewirausahaan/)
B. Kreativitas dalam Kewirausahaan
             Menurut freedam (1982) mengemukakan kretivitas sebagai kemampuhan untuk memahami dunia, menginterpretasikan pengalaman dan memecahkan masalah dengan cara yang baru dan asli.
            Menurut Wolfook ( 1984 ) memberikan batasan bahwwa kreativitas adalah kemampuhan individu untuk menghasilkan sesuatu ( hasil ) yang baru atau asli atau pemecahan suatu masalah.
C.Ciri-ciri dan Faktor yang mempengaruhi Kreativitas
Seseorang dikatakan kreatif tentu ada indikator-indikator yang menyebabkan seseorang itu disebut kreatif. Indikator yang sebagai ciri dari kreativitas dapat diamati dalam dua aspek yakni aspek aptitute dan nonaptitute. Ciri-ciri aptitute adalah ciri-ciri yang berhubungan dengan kognisi atau proses berpikir, sedangkan ciri-ciri nonaptitute adalah ciri-ciri yang lebih berkaitan dengan sikap atau perasaan. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukan indikator kreativitas dikemukan oleh (Munandar, S. C. U:1992) sebagai berikut :
1. Dorongan ingin tahu besar
2. Sering mengajukan pertanyaan yang baik
3. Memberikan banyak gagasan atau usul terhadap suatu masalah
4. Bebas dalam menyatakan pendapat
5. Mempunyai rasa keindahan
6. Menonjol dalam salah satu bidang seni
7. Mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain.
8. Rasa humor tinggi
9. Daya imajinasi kuat
10. Keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya; dalam pemecahan masalah menggunakan cara-cara orisinal, yang jarang diperlihatkan anak-anak lain)
11. Dapat bekerja sendiri
12. Senang mencoba hal-hal baru
13. Kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi)Dari uraian mengenai ciri-ciri kreativitas diatas maka dapat dipahami bahwa seseorang dikatakan kreatif apabila dalam interaksinya dengan lingkungan ciri-ciri dari kreativitas mendominasi dalam aktivitas kehidupannya, dan melakukan segalanya dengan cara-cara yang unik.
(http://eko13.wordpress.com/2008/03/16/ciri-ciri-dan-faktor-yang-mempengaruhi-kreativitas/)
Kreativitas dapat terwujud membutuhkan adanya dorongan dalam diri individu (motivasi intrinsik) dan dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik).
A.    Motivasi Untuk Kreativitas
Pada setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya, membentuk hubungan-hubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya (Rogers, 1982 dalam Munandar, 1988).
Motivasi intrinsik ini yang hendakanya dibangun dalam diri individu sejak dini. Hal ini dapat dilakukan dengan memperkenalkan individu dengan kegiatan-kegiatan kreatif, dengan tujuan untuk memunculkan rasa ingin tahu, dan untuk melakukan hal-hal baru.
B.     Kondisi Eksternal yang mendorong perilaku kretivitas
Kondisi eksternal (dari lingkungan) secara konstruktif ikut mendorong munculnya kreativitas. Kreativitas memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus dimungkinkan untuk tumbuh. Individu memerlukan kondisi yang memungkinkan individu tersebut mengembangkan sendiri potensinya.
Maka penting mengupayakan lingkungan (kondisi eksternal) yang dapat memupuk dorongan dalam diri individu untuk mengembangkan kreativitasnya. (http://www.eko13.wordpress.com/Ciri-ciri_dan_faktor_yang_mempengaruhi_kreativitas)
D. Hambatan Kreativitas
Seorang pakar mengartikan hambatan kreativitas sebagai ” mental walls which block the problem solver from correctly perceiving a problem or conceiving its solution” yaitu dinding atau bangunan mental yang menghambat kita untuk memahami atau menemukan pemecahan atas suatu masalah. Bangunan mental yang bersifat menghambat ini terdapat pada setiap orang dalam kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda.
1.            Hambatan Psikologis, hal ini dikarenakan kebanyakan kita telah mengikuti proses pendidikan formal maupun informal yang sangat menekankan pentingnya satu jawaban yang benar. Sehingga kurang mampu mengekspresikan kemampuan konseptual, dan kurang mampu berkomuni-kasi dengan baik.
2.            Hambatan Budaya, hal ini dikarenakan adanya keseragaman berpikir atau pemujaan terhadap berpikir logis dan rasional. Pemecahan masalah haruslah selalu bersifat serius dan tanpa humor maupun canda, sehingga menghambat  pengembangan perasaan dan kreativitas.
3.            Hambatan Lingkungan sosial, hal ini dikarenakan lingkungan sosial yang selalu teratur, yang tetap, permanen dan mapan, sehingga dapat mengurangi produktivitas dan kreativitas.
4.            Hambatan Bahasa Berpikir, hal ini dikarenakan kita memiliki beragam bahasa yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Sehingga kita tidak selalu dapat menggunakan satu bahasa berpikir untuk menyelesaikan segala persoalan.
5.            Hambatan Keterpakuan Fungsional, hal ini dikarenakan pada kebiasaan kita untuk memfungsikan peralatan, orang, ataupun teknologi hanya dengan satu cara atau dengan kata lain terpaku pada apa yang dipelajari saja.
6.               Hambatan kebiasaan memandang, hal ini dikarenakan mendahulukan pemikiran yang akan gagal dalam berwirausaha , karena telah melihat dari contoh wirausaha yang lainya.
E. Kemampuan Berwirausaha
            Wirausaha selalu komitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. Untuk memenangkan persaingan, seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi.  Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada.
            Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara  riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up), kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative), kemauan dan kemampuan untuk  mencari peluang (opportunity), kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya.Kemauan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:
  1. Melakukan proses/ teknik baru (the new technic)
  2. Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service),
  3. Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added),
  4. Merintis usaha baru (new businesess), yang mengacu pada pasar
  5. Mengembangkan organisasi baru (the new organisaton).
G.   Meningkatkan Kreativitas dalam Berwirausaha
  Menciptakan produk dan cara baru merupakan bagian dari kreativitas manusia yang menuntut keuletan dan daya cipta yang tinggi untuk melahirkan ide-ide mencari peluang bagi pengembangan ide tersebut. Cara meningkatkan kreativitas dalam berwirausaha adalah dengan mengubah cara berpikir dan proses bertindak. Walaupun demikian, berbagai riset telah dilakukan untuk mencari cara-cara meningkatkan kreativitas dalam proses pemecahan masalah, yaitu :
1)      Perumusan masalah secara kreatif, adalah usaha yang dilakukan untuk menghindar dari perumusan masalah yang sudah jelas. Tapi coba berpikir secara divergen dan bukan konvergen dengan melontarkan pertanyaan baru maupun mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda agar memperoleh kemungkinan baru.
2)      Bertanya, Intinya adalah dengan terus-menerus melontarkan pertanyaan untuk memperbesar terciptanya solusi yang kreatif. Untuk membangkitkan sikap bertanya adalah dengan melontarkan pertanyaan, tanpa perlu khawatir apakah pertanyaan yang kita ajukan salah atau karena pertanyaan tersebut orang lain menganggap kita bodoh.
3)      Curah gagasan, cara ini biasanya di gunakan untuk memecahkan masalah yang kompleks oleh kelompok yang terdiri atas dua sampai tujuh orang.
4)      Orang aneh, maksudnya adalah memasukan orang lain yang tidak begitu tahu tentang bidang pekerjaan atau bidang pengetahuan yang sedang dipecahkan masalahnya.
5)      Iklim kreatif, pedoman utamanya adalah dengan menciptakan suasana yang kondusif. Ini berarti harus membuang semua hambatan terjadinya kreativitas, sekaligus menciptakan lingkungan fisik, psikologis dan sosial yang kondusif untuk kreatif.
Kreativitas ini menimbulkan suatu inovasi yang dapat menentukan keberhasilan seseorang dalam menjalankan usahanya. Karena dengan kreativitas ini akan memunculkan produk baru yang berdaya guna dan dapat memberikan keberagaman dalam suatu produk akan menimbulkan ketertarikan konsumen terhadap produk tersebut dan mengurangi kejenuhan konsumen pada produk yang biasa. Dengan demikian mempengaruhi keuntungan dan ketahanan suatu usaha seiring berjalannya waktu. 
(http://ringkasan.blog.mercubuana.ac.id/2011/05/04/bab-5-kreativitas-dan-inovasi-dalam-berwirausaha/
Bab III
METODELOGI PENELITIAN
A.    Metode Observasi
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode Observasi,Yaitu aktivitas penelitian dalam rangka pengumpulan data yang berkaitan dengan masalah penelitian melalui proses pengamatan langsung dilapangan. Observasi dilakukan di Lingkungan SMA N 2 Muara Beliti.
B.    Waktu dan Tempat Penelitian
1.      Penelitian hari pertama dilakukan pada tanggal 16 Desember 2012 pada pukul 16.00 – 21.00 dan mengadakan penelitian dirumah saya sendiri yaitu Viny Malasari dan besoknya tanggal 17 Desember 2012 pada pukul 07.30 – 13.00 dan mengadakan penelitian disekolah SMA N 2 MUARA BELITI.
2.      Penelitian hari kedua di lakukan pada tanggal 17 Desember 2012 pada pukul 17.00 – 23.00 dan mengadakan penelitian dirumah Rita Purnamasari dan besoknya tanggal 18 Desember 2012 pada pukul 07.30 – 13.00 dan mengadakan penelitian disekolah SMA N 2 MUARA BELITI
3.      Penelitian hari ketiga di lakukan pada tanggal 18 Desember2012 pada pukul 15.00 – 17.30 dan mengadakan penelitian dirumah Putri Siti Rahayu dan besoknya tanggal 19 Desember 2012 pada pukul 07.30 – 13.00 dan mengadakan penelitian di sekolah SMA N 2 MUARA BELITI.

1.      Waktu
1.      Hari pertama tanggal 17 Desember 2012
2.      Hari kedua tanggal 18 Desember 2012
3.      Hari ketiga tanggal 19 Desember 2012
2.      Tempat
1.      Hari pertama di SMA N 2 Muara Beliti menjual Cerutu durian dan es kacang hijau.
2.      Hari kedua di SMA N 2 Muara Beliti menjual Rainbow singkong san Es kacang hijau.
3.      Hari ketiga di SMA N 2 Muara Beliti menjual Tekwan dan Es alpukat.
C.     Jenis Wirausaha
1.      Cerutu Durian
            BAHAN – BAHAN :
-          Durian 2 buah
-          Roti tawar 4 bungkus
-          Susu 2 bungkus
-          Wijen  1/4 kg
-          Minyak goreng 11/2 kg
-          Telur 2 butir
Cara pembuatan :
1)      Durian di kukus lalu diambil isinya dan dicampur dg susu
2)      roti tawar digilas lalu didalamnya dikasih durian yang sudah campur dengan susu tadi, lalu digulung dan dipinggirnya dicelupkan  dengan telur dan  taburi dengan  wijen.
3)      dan kalau sudah di gulung dan di taburi wijen cerutu durian siap untuk digoreng.
4)      cerutu yang sudah digoreng siap untuk di jual.
2.      Rainbow Singkong
            BAHAN – BAHAN :
-           Singkong 4 kg
-      Kelapa 4 buah
            -      Pewarna makanan ( pasta ) 4 botol
            -      Gula 2 kg
            Cara pembuatan :
1)      Kupas singkong lalu dicuci sampai bersih
2)      Parut singkong, setelah selesai diparut buang airnyayang ada pada singkong menggunakan air perca yang bersih, jangan terlalu kering.
3)      Kemudian pisahkan singkong menjadi empat bagianuntuk diwarnai, masukkan pewarna makanan secukupnya.
4)      Setelah diwarnai masukkan lapisan pertama kedalam Loyang lalu kukus hingga matang, setelah lapisan pertama matang, masukkan lapisan kedua , kukus lagi dan dilapisi terus hingga lapisan terakhir. Tunggu lapisanya matang, lalu tunggu hingga dingin. Kemudian diiris dan di bungkus.
5)      Rainbow singkong siap untuk dijual.
Hasil Rainbow singkong yang Kelompok 2 dapatkan yaitu 65 buah.
3.      Es Kacang hijau
BAHAN – BAHAN :
-          Kacang hijau 1 kg
-          Kelapa 6 buah
-          Gula merah 1 kg
-          Gula putih 2 kg
-          Jahe secukupnya.
Cara Pembuatan :
1)      Rendam kacang  hijau selama 30 menit.
2)      Kupas kelapa lalu ambil daging kelapanya. Kemudian diparut, setelah selesai kelapa di parut, diperas menggunakan air secukupnya, ambil santannya.
3)      Rebus kacang hijau sampai kulitnya mengelupas.
4)      Setelah kacang hijau matang, santan dan kacang hijau dimasak secara bersama.
5)      Lalu campurkan jahe yang telah diparut, gula merah dan gula putih lalu diaduk hingga mendidih. Setelah sudah matang lalu tunggu hingga dingin, setelah dingin masukkan keplastk es dan diikat dan dimasukkan ke freezer.
Hasil es kacang hijau yang kelompok 2 dapatkan yaitu 50 buah.
4.      Es Alpukat
BAHAN – BAHAN :
-          Alpukat 2 kg
-          Susu 1 kaleng
-          Gula putih 1 kg
-          Kelapa 3 buah


Cara pembuatan
1)      Kupas kelapa lalu di cuci dengan air hingga bersih.
2)      Parut kelapa lalu peras ambil santanya.
3)      Kupas alpukat lalu di blender hingga agak halus.
4)      Kemudian santan dimasuk campur gula pasir, aduk hingga merata.
5)      Alpukat yang sudah halus dicampur dengan santan yang sudah didingingkan, lalu diaduk hingga merata kemudian dimasukkan kefreezer.
Hasil es alpukat yang kelompok 2 dapatkan yaitu 20 buah.
5.      Tekwan
BAHAN – BAHAN :
-          Tepung 1 kg
-          Sagu 1 kg
-          Bawang merah dan bawang puih 1/2 kg
-          Cabe 1/4 kg
-          Bumbu kaldu 6 bungkus
-          Telur 3 butir
-          Labusiam 2 buah
-          Merica secukupnya
-          Air secukupnya
-          Minyak secukupnya
Cara pembuatan Tekwan :
1)      Kupas bawang merah dan bawang putih lalu diblender hingga halus.
2)      Tepung dan sagu di aduk hingga rata.
3)      Kemudian bawang yang sudah di blender dicampur dengan air, kemudian diaduk dengan tepung dan sagu yang sudah tercampur tadi dan diaduk hingga rata. Kemudian dicampur dengan minyak secukupnya dan aduk hingga rata.
4)      Kemudian adonan yang sudah jadi tadi dibentuk menjadi bagian yang kecil kemudian direbus hingga matang.
Cara Pembuatan Kuah Tekwan :
1)      Bawang merah dan putih dan merica digiling hingga halus.
2)      Air dimasukkan kedalam panci, kemudian masukkan bawang merah dan bawang ptih dan juga merica yang sudah dihaluskan, kemudian masukkan labusiam dan cabe tunggu hingga mendidih lalu masukkan telur, tunggu hingga matang.
3)      Tekwan siap untuk dijual.
Hasil tekwan yang kelompok 2 dapatkan yaitu 80 buah.
BAB IV
PEMBAHASAN
A.    Laporan Kewirausahaan
1.      Kelompok 2 pada hari pertama menginvestasikan uang sebesar Rp. 140.000 sebagai modal awal dan berbelanja pada hari sabtu tanggal 15 Desember 2012, mengalami kerugian seharga Rp.40.000, disebabkan membeli bahan – bahan yang terlalu banyak dan mahal, Sehingga tidak seimbang dengan jumlah penjualanya,Selain itu,kurangnya kemampuan untuk berwirausaha.Pada hari senin tanggal 17 Desember 2012 menjual cerutu durian dan es kacang hijau dan mendapatkan pendapatan sebesar Rp.100.000 dengan rugi Rp.40.000.
2.      Kelompok ke 2 Pada hari senin tanggal 17 Desember 2012 mengeluarkan investasi sebesar Rp.88.000 untuk berbelanja dengan membeli bahan –bahan. Hasil penjualan hari ini hari selasa tanggal 18 Desember 2012 menjuall Rainbow singkong dan es kacang hijau mendapatkan pendapatan sebesar Rp.100.000. Pada hari kedua berjualan mendapatkan laba Rp.12.000 ,karena banyaknya siswa yang penasaran Rainbow singkong ini. Kendala yang didapatkan tidak terlalu menguasai kemampuan berwirausaha,dan hambatan psikologis,yaitu kurangnya kemampuan untuk berbicara.
3.      Pada hari selasa tanggal 18 Desember 2012 mendapatkan uang sebesar Rp.100.000, dan mengeluarkan uang Rp.70.000 dari hasil berbelanja dan membeli untuk  bahan – bahan hari rabu tanggal 19 Desember 2012. Hasil penjualan hari rabu tanggal 19 Desember 2012 menjual tekwan dan es alpukat mendapatkan pendapatan sebesar Rp.150.000 dengan Laba sebesar Rp.80.000,dan hasil yang kami dapatkan disumbangkan ke Panti Asuhan Mardhotilah dengan sumbangan berupa sembako.
B.    Harga Pokok Penjualan ( HPP )
Yang dimaksud dengan harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang dijual.


Ada dua manfaat dari harga pokok penjualan.
1. Sebagai patokan untuk menentukan harga jual.
2. Untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan. Apabila harga jual lebih besar dari harga pokok penjualan maka akan diperoleh laba, dan sebaliknya apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok penjualan akan diperoleh kerugian
. http://id.wikipedia.com/laporanlabarugi//
1.      HPP Hari Pertama
a.      Hpp Cerutu Durian
            Durian 2 Buah                         @Rp.10.000                : Rp.20.000
            Roti tawar 4 bungkus  @Rp. 8.000                 : Rp.32.000
            Susu 2 bungkus                                                : Rp.  2.000
            Minyak sayur 2 kg       @Rp.10.000               : Rp.20.000
            Wijen                                                               : Rp.  5.000+
                                                                                      Rp.79.000
Hasil : 25
Rp.79.000 : 25 = Rp.3.160
Hasil Penjualan Cerutu Durian           Rp.1.500 x 25  =Rp.37.000
HPP                                                      Rp.3.160 x 25  =Rp.79.000+
Rugi                                                                               Rp.-41.000
b.      Hpp Es Kacang Hijau
Kacang hijau 1 kg        @Rp.11.000                : Rp.11.000
Gula merah ½ kg                                            : Rp.  7.000
Gula pasir 1 kg            @Rp.11.000                : Rp.11.000
Kelapa 3 buah                                                 : Rp.10.000+
                                                                          Rp.39.000
            Hasil : 43
            Rp.39.000 : 43 = Rp.906
            Hasil penjualan es kacang hijau         Rp.500 x 43 = Rp.21.500
            HPP                                                      Rp.906 x 43 = Rp.38.958+
            Rugi                                                                            Rp.-17.458
2.      HPP Hari Kedua
a.      Hpp Rainbow Singkong
Singkong 4 kg                    @Rp.5000                   : Rp.20.000
Pasta warna 4 botol          @Rp.1.600                  : Rp  .6.000
Gula ½ kg                          @Rp.7.000                  : Rp.  7.000
Keju Prochis 1 Bungkus                                         : Rp.15.000
Mentega 1 bungkus                                              : Rp.  5.000
Kelapa                                                                   : Rp.  6.000+
                                                                                Rp.59.000
Hasil : 75
Rp.59.000 : 75 = Rp.786
Hasil penjualan rainbow singkong   Rp.500 x 75  = Rp.37.000
                                                          Rp.786 x 75  = Rp.58.950+
Rugi                                                                       = Rp.-21.450
b.      Hpp Es Kacang hijau
Kacang hijau ½ kg                                                             : Rp.  6.000
Gula Merah ½ kg                                                  : Rp.  8.000
Kelapa                                                                   : Rp.  6.000
Jahe                                                                       : Rp.  2.000
Gula pasir ½ kg                                                     : Rp.  7.000+
                                                                                Rp.23.000
Hasil : 25
Rp.23.000 : 25 = Rp.920
Hasil Penjualan es kacang hijau Rp.500 x 25       = Rp.12.500
                                                     Rp.920 x 25      = Rp.23.000+
Laba                                                                         Rp.10.500
3.      HPP Hari Ketiga
a.      HPP Tekwan
Tepung 1 kg                                  @Rp.  6.500    : Rp.  6.500
Sagu 1 kg                                       @Rp.  6.500    : Rp.  6.500
Minyak goreng 1 kg                      @Rp.12.000    : Rp.12.000
BBP                                                                        : Rp.15.000+
                                                                              : Rp.40.000
Hasil : 75
Rp.40.000 : 75 = Rp. 533
Hasil Penjualan Tekwan Rp.1.000 x 75                 = Rp.75.000
                                         Rp.   533 x 75               = Rp.39.975+
                                                                                 Rp.35.025
b.      Hpp Es Alpukat
Alpukat 2 kg          @Rp.  5.000                            : Rp.  5.000     
Susu 1 kaleng        @Rp.10.000                           : Rp.10.000
Gula 1 kg               @Rp.10.000                            : RP.10.000+
                                                                                Rp.30.000
Hasil : 35
Rp.30.000 : 35 = Rp.857
Hasil Penjualan Es Alpukat Rp.1.000 x 35                        = Rp.35.000
                                            Rp.857 x 35               = Rp.29.995+
                                                                                 Rp.  5.005
C.     Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan (dagang) selama periode akuntansi.
Laporan Laba rugi kelompok 2 :
1.      Rugi hari ke-1       : (Rp. 58.000)
2.      Laba hari ke-2       : (Rp. 11.000)
3.      Laba hari ke-3       :  Rp. 40.000+
                                                                Rp.  30.000
            Laporan Perubahan Modal Kelompok 2 :
                Modal awal                 : Rp.140.000
            Laba                            : Rp.  30.000+
            Modal akhir                  Rp.109.122


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
1.         Cara mengembangkan kreativitas antara lain berpikir divergen, artinya tidak   
terpusat pada satu hal saja tetapi secara keseluruhan dan memiliki rasa ingin tahu yang besar.
          2.    Motivasi yang besar untuk selalu berpikir kreatif menghasilkan inovasi.   Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di   pasar.
       3.  Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam            menambahkan nilai guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga     mutu produk. Dengan bertambahnya nilai guna atau manfaat pada sebuah     produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata konsumen,             karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi        konsumen.
      4.   Dalam 3 hari kelompok 2 berwirausaha yaitu menginvestasikan modal awal         sebesar Rp. 140.000 dengan mendapatkan modal akhir sebesar Rp. 192.000     dengan untung (Laba) sebesar Rp. 52.000.
     5.    Bahwa  hambatan yang sangat mempengaruhi  bagi kelompok 2 yaitu      dikarenakan membeli bahan untuk berjualan yang sangat mahal, kendala             yang didapatkan pada saat hari pertama mengalami kerugian Rp. 40.000        yaitu, tidak terlalu menguasai kemampuan berwirausaha, hambatan             psikologis,yaitu kurangnya kemampuan untuk berbicara, dan kelompok 2 menjual dagangan tersebut dengan sangat murah.Hal yang membuat keuntungan kelompok 2 sebesar Rp. 192.000,karena Daya imajinasi yang  kuat      untuk Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service).
      B. Saran
            Tumbuhkan jiwa kreativitas anda  dengan Tumbuhkan terus jiwa kreativitas Anda,           dengan terus mengembangkan hal-hal yang telah diuraikan di atas. Pastikan di masa    akan datang Anda menjadi orang yang lebih baik, sukses dalam berwirausaha, hidup           lebih kaya dan bahagia, sekaligus terus berinovasi. 



















  

DAFTAR PUSTAKA

Kao, John. Entepreneurship Creativity & Organization Text, Case and Reading. New Jersey : Prentice Hall
Meredith, Geoffrey G. 2002. Kewirausahaan: Teori dan Praktek. Jakarta : PPM
Suryana. 2003. Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat









LEMBAR KONSULTASI
            Nama             : Viny Malasari
            NISN              : 9961944625
            Kelas              : XII IPS 2
            Judul K.I        : Kewirausahaan Membuat Pelajar Kreatif dan Berinovatif
            Guru Pembimbing :          1. Mutrofiah, S.pd
                                                            2.  Musarofah, S.pd
No
Tanggal
Materi Perbaikan
Paraf
1
19 Januari 2013
BAB I dan
BAB II dilengkapi dan pencarian sumber.

2
5 Februari 2013
BAB IV dan
BAB V dilengkapi

3
13 februari 2013
Kesimpulan dan saran

4
21 februari 2013
BAB III dan BAB IV

5





3 Responses to "Karya Ilmiah Kewirausahaan"